Sabtu, 14 Januari 2017

AJARAN ASLI SETIA HATI

SAPTO WASITO TOMO


TUHAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA SEISINYA DENGAN MELALUI SABDA NYA. SEBELUM DISABDA, SEGALA SESUATU BERADA PADA YANG MENYABDASEBELUM BUMI LANGIT ADA, MASIH PADANG AWANG UWUNG BELUM TERDAPAT APAPUN, YANG ADA ADALAH TUHAN = DZAT = HIDUP SEMPURNANYA TUHAN = DZAT HIDUP ABSOLUT, YANG MENGHIDUPI “MARGA WASPADA –MARGA WASKITA –MARGA BIJAKSANA “GERAK DZAT HIDUP MENIMBULKAN PENJELMAAN, YANG KEMUDIAN DISERTAI SUARA GURUH DAHSYAT, JADILAH ALAM SEMESTA SEISINYA “ KUN FAYAKUN “ APA YANG DISABDAKAN MAKA JADILAH ITULAH SABDA SANG ESAKATA2 : TUHAN –ALLAH –DZAT –YAHWE - GOD  = TUTUR KATA MAKNAWIYAH DALAM HAKEKAT FILSAFAT JIWA SEMPURNA DARI HIDUPTUHAN YANG LANGGENG KATA2: TUHAN –ALLAH = ANCAR2 SUATU PENUNJUKAN2)SETELAH ALAM SEISINYA DISABDAKAN, MAKA TUHAN MENYERTAI SABDANYACIPTA DARI SABDA YANG ESA, ADALAH MANIFESTASI PENJELMAAN UCAP, YANG DISEBUT “ SUATU HIDUP YANG ESA “ CIPTA YANG TERJADI DARI SABDA NYA, MENGANDUNG DIA YANG MENYABDA SELAMA ALAM SEMESTA MASIH ADA, MAKA YANG MAHA ESA TETAP MENYERTAINYA & ADA KEHIDUPANDIA YANG MENYERTAI ITU, BERSEMAYAM DALAM LUBUKHATI SANUBARI /ANGKASA JANTUNG KEHIDUPAN BILA KEHIDUPAN ITU DITIADAKAN,MAKA DENGAN SENDIRINYA KEMBALI KEALAM SEMULA, IALAH ALAM SUWUNG/SONYA {Pada kebatinan Islam Jawa, disebutkan, Tuhan dalam diri manusia bersemayam dalam jagadte manungso yaitu : JONOLOKA/BETAL MUKADAS dikemaluan manusia (rumah tempat MANUSIA di sucikan) –ENDROLOKA /BETAL MUKARAM (rumah tempat MANUSIA diberikan larangan-larangan) dipusat jantung manusia –GURULOKA / BETAL MAKMUR di ubun2 atau susuhunan manusia (rumah tempat MANUSIA diberikan angan-angan atau inspirasi atau kecerdasan) } dimana ketiga Loka/Betal tersebut disebut dengan istilah TRILOKA)3)BARANG SIAPA MELUPAKAN/MENINGGALKAN AS/SUMBERNYA, MAKA IA AKAN TERGELINCIR OLEH INGKUNGANNYAAS/SUMBER = GELAR KESAKTIAN YANG MAHA ESA, YANG BERSEMAYAM DALAM ANGKASA JANTUNG MANUSIAAS/SUMBER = INTI SUBYEKTIFITAS YANG RELATIF = SIFAT ABSOLUT YANG MAHA ESA, YANG SELALU DALAM LINGKUNGANKEHIDUPAN SEMPURNAMENINGGALKAN AS / SUMBERNYA, BERARTI TERGELINCIR DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA SENDIRI.(Dalam kebatinan Timur, AS tersebut juga diartikan sebagai AXIS MUNDI, ialah AS/GARIS TEGAK LURUS yangmenembus center ketiga dunia, ialah Dunia Arwah, Dunia Manusia, Dunia Tuhan, sehingga siapapun yang jauhdari As tersebut, akan jauh pula dari getaran hidup sempurna, dan demikian pulasebaliknya)4)BARANG SIAPA TERLEPAS ATAU MENINGGALKAN KESEIMBANGAN, DIA AKAN TERGELINCIRSECARA METAFISIKA, ARTI DARI KALIMAT DIATAS TERSIRAT DALAM KETERANGAN SAPTO WASITOTOMO KETIGAPENGERTIAN LAINNYA ADALAH BAHWA KEBERADAAN AS/SUMBER DALAM WADAG, DIGAMBARKAN OLEH KEBERADAAN KELUAR MASUKNYA HAWA/PRANA/NAFAS SECARA WAJAR SEHINGGA BILA TIDAK DEMIKIAN, PASTI AKAN MENIMBULKAN HAL2 NEGATIF PADA WADAG JADI DIDALAM HIDUPINI SELALU HARUS DIJAGA BERNAFAS SECARA TERATUR SEMPURNA, SESUAI DENGAN SIKON YANG DIHADAPI MANUSIA(Ajaran bernafas secara benar dan sempurna, banyak ditemukan pada bermacam aliran, yang tergantung kepada untuk pengaturan pernafasan tujuan apa hal itu dilakukan).5)BARANG SIAPA MELUPAKAN AWAL ATAU PERMULAAN, DIA TAK AKAN MUNGKIN MENCAPAI AKHIR ATAU TAK AKAN MUNGKIN MENG AKHIRI NYASAMADIWAN HARUS MENJALANKAN PERSIAPAN MATANG DENGANTEKAD DANNIAT BULAT UNTUK MEMANTABKAN JADWAL PERMULAAN DAN PENGAKHIRAN SAMADINYA. JANGAN SE KALI2 MELAKUKAN “ COBA2 “NIAT MEMULAI, HARUS TELAH DILANDASI KEBERANIAN KUAT DAN TABAH, DISERTAI KEPERCAYAAN DIRI PENUH, UNTUK PASRAH JIWA RAGA, PASRAH HIDUP MATI KEPADATUHAN YANG MAHA ESAJANGAN DIKOTORI OLEH INGATAN SEDIKITPUN MENGINGINKAN PAHALA KERJA DAN PAMRIH, KARENAHAL ITU AKAN MENGGOYAHKAN PERMULAAN KITA DAN MENGABURKAN ARAH TUJUAN KITA(Dalam ajaran Jawa, Sapto Wasito Tomo yang kelima ini mengandung arti INTI yang merupakan salah satu pokok menuju kasampurnan, ialah KEDAH PONO DUMATENG “ SANGKAN PARANING DUMADI “ = harus mengetahui darimana sebenarnya hidup ini, untuk apa hidupmu ini dan kemudian setelah itu akhirnya kita akan menuju kemana nanti)6)BARANG SIAPA MENGAKUI HASIL KARYANYA SEBAGAI MILIKNYA SENDIRI, DIA AKAN TERBELENGGU OLEHNYABILA SAMADIWAN YANG KEMUDIAN MENCAPAI TINGKAT TINGGI DAN DAPAT MENCAPAI IDAMAN TUJUANNYA, SELANJUTNYA MENGATAKAN BAHWA DIRINYA SUDAH MENDAPATKAN/MEMILIKI HASIL TAPA BRATANYA, HASIL PAHALA KERJANYA, DAN AKHIRNYA MENGAKU BAHWA DIALAH PEMILIK SEMUANYA INI, MAKA MEREKA ITU AKAN TERHUKUM OLEH CIPTA/UCAPAN NYA SENDIRI(Dalam Kejawen, amat diharamkan atau dihindari pengakuan akan KEBISAAN/KEISTIMEWAAN nya ini dihadapan umum ataudiri sendiri, karena hal tersebut berarti bahwa dia masih GILA KADONYAN, bahkan condong MENYEKUTUKAN TUHAN. Dalam Suluk Karaton, tahap ini disebut sebagai TAHAP SAMPAI SITIHINGGIL yang amat gawat. Meleset sedikit maka dia akan TERBANTING KEMULA TAPABRATA YANG AMAT SUKAR UNTUK MEMULAINYA LAGI MENDAPATKAN PERKENAN HYANG WIDHI)7)BARANG SIAPA SELALU MELATIH DIRI UNTUK DAPAT ATAU MERASAKAN SUMBER DARI RASA, NISCAYA IA AKANMERASAKAN RASA YANG SEJATI, YAITU MERASAKAN SESUATU TANPA ALAT TUBUH (KAROSO TANPO SALIRO)BILA INGIN MENCAPAI KESADARAN SAMADHI YANG SEMPURNA, PERMULAANNYAHARUS DIJALANKAN DENGANMELAKUKAN LATIHAN2 SERIUS YANG BER ULANG2, TANPA BIMBANG DAN RAGU APALAGI BOSAN. SEHINGGA SETAHAP DEMI SETAHAP PENGUASAAN “ RASA “ ITU MENJADI SEMAKIN “ LICIN “ DAN LAMA KELAMAAN MEMUNCAK KE SIKON KESADARAN ROHANI TINGGIDENGAN LATIHAN KONTINU DAN SERIUS, AKAN DAPAT MENEMBUS KEALAM RAHSO SEJATI (=ALAM DIMANA TAK ADA PERASAAN, TAK ADA INGATAN ALAM PELEPASAN, ALAM MERDEKA, ALAM MUKTI, NIRWANA, ALAM MOKSA DST)(dalam ajaran kejawen, terdapat kata2 “ SUKSMO TELENG ING SAMADI “. DalamSuluk Karaton, hal ini masuk dalam tahapan laku “ LEWAT KORI BROJONOLO, KEMUDIAN BERTAHAP MASUK KEDALAM KARATON INTI. Dalam Tasauf, hal ini masuk dalam tataran laku OLAH ROSO untuk mencapai WAHDATUL SUHUD, ialah MANUNGGALING ROSO KAWULO GUSTI)BUKAN AZIMAT, BUKAN KERAMAT, TETAPI PENGETAHUAN DAN PETUNJUK PRINSIP MENUJU “ SETIA HATI “SEMUA WARGA SH MULAI TINGKAT I SAMPAI III HARUS MENGERTI, MENYADARI DAN MELAKSANAKANNYA SECARABERJENJANG, BERTINGKAT, SESUAI TINGKATNYA, KEMATANGAN DIRINYA, DAN KEMANTABAN TUJUANNYAAPAKAH KITA JUGA TELAH MELAKUKANNYA ?INTI SARI SAPTO WASITO TOMO SETIA HATI:

KITA ADALAH MAHLUK CIPTAAN TUHAN YANG MAHAESA DAN DIDALAM DIRI KITA TUHAN BERSEMAYAM DIDALAM HATI SANUBARI KITABERUSAHALAH UNTUK MENGETAHUI DAN MENYADARI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN BERUSAHALAH SELALU MELAKSANAKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ DALAM HIDUP KITA DIDUNIADENGAN MENGERTI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN KEMUDIAN MELAKUKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ MAKA KITA AKAN MENUJU LURUS KEARAH TUJUAN AKHIR KITA,IALAH KEMBALI KEALAM ASAL MULA KITA DENGAN SEMPURNAUNTUK ITU MELATIH OLAH ROSO SECARA BERTAHAP, SEHINGGA MENCAPAI ROSO SEJATI, PERLU DILAKUKAN UNTUK SETAHAP DEMI SETAHAP LELAKU urip sajroning pati - pati sajroningurip, DALAM PERSIAPAN AKHIR HIDUP KITA SECARA SEMPURNA NANTIDENGAN MELAKUKAN LATIHAN SAPTO WASITO TOMO MAKA UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING GESANG ING DONYA & UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING BALI MYANG SUWUNG AKAN MENDEKATI KENYATAAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar